Rabu, 26 Desember 2018

DOWNLOAD PTK BK SMP KELAS VII TERBARU WORD

DOWNLOAD PTK BK SMP KELAS VII TERBARU WORD-Pada penelitian ini akan dibahas tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa SMPN 1 Patuk yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi ; terutama yang dialami siswa Kelas VII SMPN 1 ....., hal tersebut dikarenakan Kelas VII SMPN 1........ adalah kelas yang berbasis bahasa Inggris, sehingga siswa Kelas VII banyak mengalami kesulitan berkomunikasi antar pribadi.ptk bk smp terbaru doc
Sejalan dengan tujuan dan bahasan penelitian, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan bimbingan konseling. Dalam hal ini tindakan bimbingan yang berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dengan subyek penelitian siswa Kelas VII SMPN 1 ........yang berjumlah 25 siswa.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik agket, yang berupa daftar pernyataan tentang kemampuan berkomunik asi antar pribadi siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dal am berkomunikasi antar pribadi.Upaya peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi digunakan teknik simulasi pada layanan bimbingan kelompok Data dianalisis dengan rumus
change in frequence from base rate to post rate . Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah pelaksanaan treatment pada masing masing siklus dari tiga siklus yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Pada akhir siklus pertama prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari data awal setelah diberikan perlakuan adalah sebesar 0,375% Peningkatan tersebut masih . belum bisa dikatakan sebagai keberhasilan dalam pelaksanaan perlakuan, karena prosentase peningkatan belum sesuai dengan kriteria taraf peningkatan yaitu 50% peningkatan setelah diberikan perlakuan.
2. Pada akhir siklus kedua setelah diberikan treatment terdapat peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus pertama sebesar 1 2,73%. Peningkatan tersebut masih belum bisa dikatakan sebagai keberhasilan dalam pelaksanaan perlakuan, karena prosentase peningkatan belum sesuai dengan kriteria taraf peningkatan yaitu 50% peningkatan setelah diberikan perlakuan
3. Pada akhir siklus ketiga setelah diberikan treatment prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus kedua sebesar 49,50 %.

Berdasarkan hasil analisis data kemampuan berkomunikasi antar pribadi dengan menggunakan teknik simulasi pada layanan bimbingan kelompok dapat disimpulkan bahwa: 1) Layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi a ntar pribadi siswa Kelas VII SMPN 1 Patuk 2) Peningkatan kemampuan berkomunikasi a ntar pribadi siswa Kelas VII SMPN 1 Patuktahun ajaran 2016/2017, untuk siswa Kelas VII yang berjumlah 25 siswa adalah 50%.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel BIMBINGAN KONSELING [BK] SMP yang diberi judul “Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Pribadi Siswa Kelas Vii Smpn .... Tahun Ajaran 20../20.. ". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BK KELAS VII SMPlengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS/WA/TM ke 0817-283-4988 dengan Format PESAN PTK 088 SMP).

A.CONTOH LENGKAP PTK BK TEHNIK SIMULASI SMP DOC

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Berkomunikasi antar pribadi dalam kehidupan sehari hari merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan berusaha menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipenuhi lewat komunikasi dengan sesamanya. Oleh karena itu terampil berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan oleh setiap individu manusia.ptk bk smp terbaru doc
Proses belajar mengajar di sekolah merupakan bentuk komunikasi antara peserta didik dengan pendidik di sekolah. Dalam proses belajar mengajar, guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan kondusif agar guru dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU. No. 14 / 2005 Bab 1, 1: 1). 

Lebih lanjut ditegaskan pula ole h Slameto (1995 : 97), bahwa guru mempunyai tugas sebagai berikut (1) mendidik dengan titik berat dengan memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, (2) memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang memadai, (3) membantu perkembangan aspek - aspek pribadi seperti sikap, nilai nilai dan penyesuaian diri. Demikian juga, dalam proses belajar mengajar guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan menciptakan tujuan.ptk bk smp terbaru doc

Untuk dapat me laksanakan tugas tugasnya tersebut guru dituntut untuk menguasai ketrampilan berkomunikasi, demikian pula bagi siswa yang setiap hari melakukan komunikasi dengan guru maupun sesama siswa yang lain, maka diperlukan ketrampilan komunikasi, khususnya komuni kasi antar pribadi.
Komunikasi antar pribadi sangat penting bagi hidup manusia. Johnson (dalam Supratiknya, 1995: 9) menunjuk beberapa peranan yang disumbangkan oleh komunikasi antar pribadi dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia, yaitu (1) komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. (2) identitas atau jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain. (3) dalam rangka memahami realitas di sekeliling kita serta menguji kebenaran kesan kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia di sekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. (4) kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih lebih orang orang yang merupakan  tokoh tokoh signifikan (significant figure) dalam hidup kita.

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan berkomunikasi antar pribadi, hal ini dapat terlihat pada prilaku siswa SMPN 1 ... pada umumnya dan pada khususnya siswa kelas VII.Contoh ptk bk smp kelas 7 doc
Berdasarkan pernyataan di atas bila para siswa tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi antar pribadi maka dapat berakibat siswa menngalami kesulitan dalam menerima dan menyampaikan pesan yang diterimanya kepada teman temannya maupun kepada gurunya.
Ketrampilan komunikasi antar pribadi dapat dilatih mel alui beberapa cara antara lain : wawancara, permainan, bimbingan, diskusi, berpidato, menul is. Bennett (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 22) menjelaskan bahwa “group prosedur yang lebih intensif dan lebih mendalam adalah group therapy ”. Sedangkan Warters (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 22) lebih menekankan group guidance 16 sebagai group work,yang merupakan penggunaan pengalaman kelom pok untuk membantu perkembangan individu dalam kelompok mencapai tujuan yang diinginkan.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dalam rangka upaya meningkatkan komunikasi antar pribadi bagi siswa SMPN 1 Patuk, penelitian ini difokuskan pada pelak sanaan layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan beberapa individu siswa dapat melakukan dinamika kelompok memecahkan masalahnya. Layanan bimbingan kelompok tersebut dilakukan dengan teknik simulasi yang dapat memberikan stimulus kepada individu dalam upaya mengatasi kesulitan berkomunikasi antar pribadi. Beberapa ketrampilan komunikasi antar pribadi meliputi (1) ketrampilan memberikan tanggapan, (2) ketrampilan memberikan informasi, (3) ketrampilan memberikan nasihat, (4) ketra mpilan bertanya, (5) ketrampilan merefleksikan, (6) ketrampilan menyimpulkan (Hamzah B Uno, 2008: 29).

B. Permasalahan

1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pada latar belakang tersebut di atas, dapat diidentifikasikan permasalahan komunikasi antar pribadi sebaga i berikut :
a. Masih banyak siswa SMPN 1......... yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi
b. Kurangnya pemahaman akan pentimgnya komunikasi antar pribadi siswa SMPN 1 ..........
c. Kurangnya ketrampilan menanggapi dalam berkomunikasi antar pribadi siswa SMPN 1 .....
d. Masih banyaknya siswa SMPN 1........ yang tidak mempunyai ketrampilan bertanya dalam komunikasi antar pribadi
e. Kurangnya ketrampilan mengungkapkan ide - ide serta menyimpulkan dan merefleksikan dalam komuni kasi antar pribadi siswa SMPN 1........

2. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada identifikasi masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
Apakah Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Mampu Meningkatkan Kemampuan Komuni kasi Antar Pribadi Siswa Kelas VII SMPN 1 .......Tahun Ajaran 2016/2017  ?

C. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian tanpa adanya tujuan yang jelas, tidak akan memberikan manfaat dalam bidang yang ditelitinya. Tujuan penelitian ini adalah : “ Untuk meng efektifkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi guna meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa Kelas VII SMPN 1 ......Tahun Ajaran 2016/2017 ”Contoh ptk bk smp kelas 7 doc

D. Manfaat Penelitian
Setelah perumusan masalah dan tujuan masa lah maka berdasarkan hal hal tersebut maka dapat dik emukakan manfaat penelitian sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis.
a.  Memberikan bukti empiris kepada guru BK bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat membantu meningkatkan kema mpuan berkomunikasi antar pribadi.
b. Memberi masukan kepada kepala sekolah dan guru BK tentang cara yang tepat untuk mengatasi siswa yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi dengan teknik simulasi dalam layanan bimbingan kelompok.

B.DOWNLOAD PTK BK SMP TERBARU DOC

BAB II
KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN


A. Tinjauan Teori
1. Tinjauan tentang Komunikasi Antar Pribadi
a. Pengertian Komunikasi Antar Pribadi
Beberapa ahli menjelaskan bah wa manusia sejak dalam kandungan sudah dianggap dapat berkomunikasi. Komunikasi berasal dari kata communicare yaitu bahasa latin yang artinya berpartisipasi atau memberitahukan, DR. Phi l Astrid Susanto dalam bukunya Komunikasi dalam Teori dan Praktekmengungkapkan bahwa ” komunikasi adalah proses pengoperan lambang lambang yang mengandung arti ” (dalam Salmah Lilik, 1986: 4). Kemudian Harmack dan Fest dalam bukunya psikolog komunikasi menganggap “ komunikasi sebagai proses interaksi diantara orang untu k tujuan integrasi intra personal dan interpersonal ” (dalam Salmah Lilik, 1986: 4).

Pengungkapan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau yang berguna untuk memahami tanggapan kita di masa kini tersebut (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995 ).
Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya1995 ) pembukaan diri memiliki dua sisi, yaitu bersikap terbuka terhadap atau kepada yang lain dan bersikap terbuka terhadap atau bagi y ang lain. Kedua proses dapat berlangsung secara serentak itu apabila terjadi pada kedua belah pihak akan membuahkan relasi yang terbuka antara kita dan orang lain.Contoh ptk bk smp kelas 7 doc

Secara sempit komunikasi antar pribadi diartikan sebagai pesan yang dikirimkan seseorang kep ada seseorang yang lain lewat satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku si penerima. Dalam setiap bentuk komunikasi setidaknya saling mengirimkan lambang lambang yang memiliki makna tertentu, kemudian lambang lambang tersebut bisa bersifat verbal berupa kata kata atau non verbal berupa ekspresi atau ungkapan tertentu dan gerakan tubuh (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995 ).

Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa, komunikasi antar pribadi adalah proses interaksi dari orang dalam mengungkapkan reaksi dan menanggapi situasi yang sedang dihadapi sebagai pembukaan diri terhadap individu lain.

b. Tahapan Komunikasi Antar Pribadi
Kalau dua orang bertemu maka akan terjadi komunikasi. Namun komunikasinya itu dapat berlangsung pada tahap kedalaman yang berbeda beda, tahap kedalaman komunikasi ini dapat diukur dari apa dan siapa yang saling dibicarakan, pikiran atau perasaan, obyek tertentu, orang lain atau dirinya sendiri. Semakin orang mau saling membica rakan tentang perasaan yang ada di dalam dirinya, semakin dalamlah taraf komunikasi yang terjadi. Atas dasar ke dalamannya ini, Powell (dalam Supratiknya, 1995 : 32) membedakan komunikasi dalam lima tahapan, yaitu ;

1) Basa basi
Ini merupakan tahap komunikasi paling dangkal. antara dua orang yang bertemu secara kebetulan. Membicarakan orang lain.Di sini orang sudah mulai saling menanggapi, namun tetap pada tahap dangkal, khususnya belum mau berbicara tentang diri masing masing.
2) Menyatakan gagasan atau pendapat
Kita sudah mau saling membuka diri, saling mengungkapkan diri, namun pengungkapan diri tersebut masih terbatas pada tahap pikiran.Contoh ptk bk smp kelas 7 doc
3) Tahap hati atau perasaan
Ada yang mengatakan bahwa emosi atau perasaan adalah unsure yang membedak anorang yang satu dari yang lain.
4) Hubungan puncak

Komunikasi pada tahap ini ditandai dengan kejujuran, keterbukaan, dan saling percaya yang mutlak diantara kedua belah pihak. Tidak ada lagi ganjalan ganjalan berupa rasa takut, rasa khawatir jangan-jangan kepercayaan kita disia siakan. Selain  merasa bebas untuk saling mengungkapkan perasaan, biasanya kedua belah pihak juga memiliki perasaan yang sama tentang banyak hal. Dengan kata lain, komunikasi tersebut telah berkembang begitu mendalam sehingga kedua pihak merasakan kesatuan perasaan timbal balik yang hamper sempurna.
Pada pokok bahasan tentang tahapan komunikasi antar pribadi tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa, dalam proses berkomunikasi, individu bereaksi setahap demi setahap dalam menco ba menyampaikan pesan dan pembukaan diri, didasarkan pada tahapan masing masing individu.Contoh ptk bk smp kelas 7 doc

c. Hambatan Komunikasi Antar Pribadi
Dalam perjalanannya tentang pelaksanaan komunikasi antar pribadi tidaklah semudah yang akan terdapat banyak hambatan hambatan dibayangkan, yang mungkin akan dapat menjadikan individu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi, hambatan tersebut dapat bersifat positif maupun negatif, dan hambatan tersebut dapat berasal dari pribadi individu maupun dari faktor eksternal in dividu. Sehingga dengan adanya hambatan hambatan dalam berkomunikasi antar pribadi maka terbentuklah konflik yang timbul akibat hambatan komunikasi antar pribadi.
Setiap hubungan antar pribadi unsur mengandung unsur konflik , pertentangan pendapat, atau perbedaan kepentingan, yang dimaksud konflik adalah situasi di mana tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat atau mengganggu tindakan pihak lain (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995).

Kendati unsur konflik selalu terdapat dalam setiap bentuk hubungan antar pribadi, pada umunya masyarakat memandang konflik sebagai keadaan yang buruk dan harus dihindarkan.
Sesungguhnya bila kita mampu mengelolanya secara konstruktif, konflik justru dapat memberikan manfaat positif bagi diri kita sendiri maupun bagi hubungan kita dengan orang lain. Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya, 1995: 94) beberapa contoh manfaat positif dari konflik adalah sebagai berikut :ptk bk smp kelas 7 terbaru

1) Konflik dapat menjadikan kita sadar bahwa ada persoalan yang perlu
dipecahkan dalam hubungan kita dengan orang lain.
2) Konflik dapat menyadarkan dan mendorong kita untuk melakukan dalam diri perubahan perubahan kita.
3) Konflik dapat menumbuhkan dorongan dalam diri kita untuk memecahkan persoalan yang selama ini tidak jelas kita sadari atau kita biarkan tidak muncul ke permukaan.
4) Konflik dapat menjadikan kehidupan lebih menarik, perbedaan pendapat dengan seorang teman tentang suatu pokok persoalan dapat menimbulkan perdebatan yang memaksa kita lebih mendalami dan memahami pokok persoalan tersebut, selain menjadikan hubungan kita tidak membosankan.
5) Perbedaan pendapat dapat membimbing ke arah tercapainya keputusan keputusan bersama yang lebih matang dan bemutu. 

6) Konflik dapat mengilangkan ketegangan ketegangan kecil yang sering kita alami dalam hubungan kita dengan seseorang.
7) Konflik juga dapat menjadikan kita sadar tentang siapa atau macam apa diri kita sesungguhnya.
8) Konflik juga dapat menjadi sebuah hiburan. Sebagai contoh dengan sengaja mencari koflik dalam sebuah permainan atau perlombaan.
9) Konfl ik dapat mempererat dan memperkaya hubungan. Hubungan konflik yang tetap bertahan kendati diwarnai dengan banyak konflik, justru dapat membuat kedua belah pihak sadar bahwa hubungan mereka itu kiranya sangat berharga, sebab bebas dari ketegangan ketegang an dan karenanya juga menyenangkan.

Dengan kata lain, konflik dalam hubungan antar pribadi sesungguhnya memilki potensi menunjang perkembangan pribadi kita sendiri maupun perkembangan relasi kita dengan orang lain. Ada empat hal yang dapat kita jadikan patokan untuk menetapkan apakah konflik yang kita alami bersifat kostruktif atau destruktif. Suatu konflik bersifat konstruktif, bila sesudah mengalami (1) Hubungan kita dengan pihak lain justru menjadi lebih erat, dalam artilebih mudah berinteraksi dan beker ja sama. (2) kita dan pihak lain justru lebih saling mempercayai. (3) kedua belah pihak sama sama merasa puas dengan akibat akibat yang timbul setelah berlangsungnya konflik. (4) kedua belah pihak makin terampil mengatasi secara konstruktif konflik konflik baru yang terjadi di antara mereka.

Bila kita terlibat dalam suatu konflik dengan orang lain, ada dua hal yang harus kita pertimbangkan :
1) Tujuan atau kepentingan pribadi kita. Tujuan pribadi ini dapat kita rasakan sebagai hal yang sangat penting seh ingga harus kita pertahankan mati matian, atau tidak terlalu penting sehingga
dengan mudah kita korbankan.
2) Hubungan baik dengan pihak lain. Seperti tujuan pribadi, hubungan dengan pihak lain dengan siapa kita berkonflik ini juga dapat kita rasakan sebaga i hal yang sangat penting, atau sama sekali tidak penting.

Berdasarkan dua pertimbangan di atas, dapat ditemukan lima gaya dalam mengelola mengatasi konflik antar pribadi (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995: 99) yaitu ;
1) Gaya kura kura
Sikap atau gaya untuk menghindari konflik dari pokok soal permasalahan karena pendapat orang yang bermasalah tersebut berpendapat bahwa sia sia apabila memecahkan konflik tersebut. Lebih mudah menarik diri, secara fisik maupun psikologis, dari konflik daripada menghadapinya. Dalam pewayangan, sikap semacam ini kiranya dapat kita temukan dalam figur Baladewa.

2) Gaya ikan hiu
Sikap atau gaya yang senang menaklukan lawan dengan memaksanya menerima solusi konflik yang ia sodorkan. Baginya konflik harus dipecahkan dengan cara satu pihak menang dan pihak lain kalah. Dalam tokoh pewayangan, sikap ini kiranya dapat kita temukan dalam figur Duryudana.
3) Gaya kancil
Sikap yang mengutamakan hubungan, dan kurang mementingkan tujuan – tujuan pribadinya. Keyakinan bahwa konflik harus dihindari, demi kerukunan. Dalam tokoh pewayangan digambarkan sebagai Puntadewa.ptk bk lengkap smp doc

4) Gaya rubah
Sikap senang mencari kompromi, baik tercapainya tujuan pribadi maupun hubungan baik dengan pihak lain sama – sama cukup penting dan mau mengorbankan sedikit tujuan tujuannya dan hubungan dengan pihak lain demi tercapainya kepentingan dan kebaikan bersama. Dalam tokoh pewayangan digambarkan Werkudara.
5) Gaya burung hantu Sikap mengutamakan tujuan tujuan pribadi sekaligus hubungannya dengan pihak lain. Baginya konflik mer upakan masalah yang harus dicari pemecahannya dan pemecahan tersebut harus sejalan dengan tujuan pribadinya maupun tujuan pribadi lawannya. Pendapatnya konflik tersebut bermanfaat meningkatkan hubungan dengan cara mengurangi ketegangan yang terjadi di antara dua pihak yang berhubungan. Dalam tokoh pewayangan digambarkan sebagai tokoh Kresna.

d. Ketrampilan Dasar Berkomunikasi Antar Pribadi
Agar mampu memulai, mengembangkan dan memelihara komunikasi yang akrab, hangat, dan produktif dengan orang lain, kita perl u memilki sejumlah ketrampilan dasar berkomunikasi.
Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya 1995: 10), beberapa ketrampilan dasar yang dimaksud sebagai berikut : (1) saling memahami, kemampuan ini mencakup beberapa sub kemampuan, yaitu sikap percaya, pemb ukaan diri, keinsafan diri dan penerimaan diri (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995 ). (2) saling mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan kita secara tepat dan jelas. (3) mampu saling memberikan dukungan atau mampu menanggapi keluhan orang cara saling menolong, lain dengan cara yang bersifat menolong. (4) harus mampu memecahkan konflik dan bentuk bentuk masalah antar pribadi lain yang mungkin muncul dalam komunikasi kita dengan orang lain, melalui cara – cara yang semakin mendekatkan kita dengan lawan komunikasi kita dan menjadikan komunikasi kita itu semakin tumbuh dan berkembang. Kemampuan ini sangat penting untuk mengembangkan dan menjaga kelangsungan komunikasi kita.

Ketrampilan berkomunikasi bukan merupakan kemampuan yang kita bawa sejak lahir dan juga tidak akan muncul secara tiba tiba saat kita memerlukannya. Ketrampilan tersebut harus kita pelajari atau latih. Seperti ketrampilan ketrampilan lainnya, ketrampilan berkomunikasi ini dapat kita pelajari mengikuti kiat kiat sebagai berikut (Johnson, 1981 dalam Supratiknya1995: 12) :
1) Kita harus menyadari mengapa ketrampilan berkomunikasi ini penting kita kuasai dan apa manfaatnya bagi kita.
2) Kita harus memahami arti ketrampilan berkomunikasi dan bentuk bentuk prilaku komponennya yang perlu kita kuasai untuk mewujudkan ketrampilan itu.
3) Kita harus rajin mencari atau menemukan situasi situasi di mana kita dapat mempraktikkan ketrampilan tersebut.
4) Kita tidak boleh segan atau malu meminta bantuan orang lain untuk memantau usaha kita serta memberikan penilaian tentang kemajuan yang sudah kita capai maupun kekurangan yang masih kita miliki.
5) Kita tidak boleh bosan atau berlatih. Ketrampilan berkomunikasi tersebut harus kita praktikkan terus menerus.

6) Keseluruhan latihan tersebut harus kita bagi dalam satu kesatuan atau bagian tertentu, agar setiap kali dapat kita rasakan keberhasilan usaha kita.
7) Akan sangat menolong bila kita dapat menemukan teman yang dapat kita ajak sebagai lawan berlatih.
8) Ketrampilan berkomunikasi dengan seluruh komponen atau bagiannya tersebut harus terus menerus kita latih dan praktikkan,
sampai akhirnya menjadi bagian dari diri kita.

Seluruh langkah dalam kiat di atas dapat dilakukan dalam kerangka metode belajar yang disebut experiental learning atau belajar melalui peng alaman (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995 : 13).
2. Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi
a. Pengertian Bimbingan Kelompok
Menurut Kirby, dalam artikelnya yang berjudul : Group Guidance (Vol. 49, April 1971) yang menyatakan bahwa “ Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok yang dilaksanakan dengan cara memberikan informasi dan data data dalam usaha untuk mengembangkan tingkah laku yang baik dari individu”.
7
Sedangkan Mahler (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 23) menyatakan bahwa “Bimbingan kelompok adalah terutama adalah pendidikan di kelas atau pengalaman pendidikan, yang pada pokoknya dikaitkan pada pemberian informasi. Kegiatan bimbingan kelompok di sekolah sekolah biasanya diorientasikan dalam memberikan dorongan terhadap para siswa untuk dap at memahami serta mengetahui sampai sejauh mana partisipasi serta keterlibatannya dalam mengembangkan diri ke arah berpikir dewasa. Walaupun pokok pembahasan dalam bimbingan kelompok mungkin sama dengan konseling kelompok, tanggung jawab utama dalam bimbin gan tetap berada pada guru.

 Dalam konseling kelompok pembicaraan pokok adalah untuk setiap anggota kelompok, tetapi bahasan terletak pada perubahan tingkah lakunya, tetapi tidak pada perubahan tingkah lakunya secara umum”. Bimbingan kelompok dapat pula dib erikan pengertian yang sederhana dan pengertian yang mendalam memakai kelompok sekedar sebagai tempat atau wadah atau sasaran dilaksanakannya suatu usaha bimbingan, sedangkan dalam arti yang lebih mendalam bimbingan kelompok mempergunakan dinamika kelompok yang benar benar terarah dan positif untuk membantu klien memperkembangkan dirinya sendiri dalam menanggulangi masalah masahnya (Depdikbud, 1983 dalam Chasiyah dkk, 2001: 23)

Berdasarkan pendapat ahli di atas diambil kesimpulan bahwa bimbingan kelompok pada dasarnya bimbingan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan aspe k kediriannya yang bersifat sosi al.
Aspek - aspek kedirian tersebut berupa sikap, ketrampilan dan keberanian yang dimensinya bersangkut paut dengan orang lain (sosial) diberikan tenggang rasa sebagai suatu warna.


b. Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok
Dalam melaksanakan suatu kegiatan sudah pasti selalu ada arah tujuan pencapaian, begitu pula dengan layanan bimbingan kelompok. Beberapa pandangan tentang tujuan bimbingan kelompok, Crow and Crow ( dalam Chasiyah dkk, 2001: 26) mengemukakan hal hal sebagai berikut :
1) Bimbingan kelompok ditujukan untuk memberikan dan memperoleh informasi dari individu.
2) Mengadakan usaha usaha analisa dan pemahaman bersama tentang sikap, minat dan pandangan yang berbeda.
3) Untuk membantu memecahkan masalah bersama.
4) Untuk menemukan masalah – masalah pribadi.
Selanjutnya Bennet (dalam Chasiyah dkk, 2001: 26) mengemukakan pendapat tentang tujuan dari bimbingan kelompok adalah :

1)  Memberikan informasi kepada siswa tentang pekerjaan atau jabatan, pendidikan, dan sosial pribadi.
2) Memungkinkan siswa untuk ikut serta membicarakan secara pribadi, dan ikut serta dalam kegiatan perencanaan karir.
3) Memberikan kepada siswa untuk meneliti dan membicarakan bersama masalahnya,cita -  cita atau masalah tujuan hidupnya, serta cara –cara pemecahannya.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penyelasaian tugas – tugas bukanlah tujan utama dari kegiatan bimbingan kelompok, tetapi yang diutamakan adalah proses penyelesaian tugas yang diarahkan melalui alur alur tertentu, alur penyelesaian tugas yang dibebankan kepadanya.

c. Tahapan Layanan Bimbingan Kelompok
Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok terdapat tahapan tahapan yang perlu diperhatikan, tahapan layanan bimbingan kelompok tersebut dalam Chsiyah, dkk (2001: 35) yang dalam bukunya “layanan bimbingan kelompok” dijelaskan bahwa bahwa peranan layanan bimbingan kelompok harus dapat memunculkan aspek pribadi dari masing masing anggota k elompok. Kemudian Prayitno (1995: 40) dalam bukunya “layanan bimbingan dan konseling kelompok, dasar dan profil” menjelaskan pula bahwa pembahasan tentang tahap perkembangan kegitan kelompok dalam rangka bimbingan dan konseling melalui pendekatan kelompok adalah amat penting bagi guru pembimbing, dengan mengetahui dan menguasai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang hendaknya terjadi di dalam kelompok itu, haruslah dapat memunculkan segala bentuk kedirian dari anggota kelompok.

Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam setiap tahapan dari layanan bimbingan kelompok ditujukan untuk membentuk karakter individu dengan memunculkan segala aspek kedirian atau kepribadian individu peserta layanan bimbingan kelompok, sehingga dapa t diketahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri individu dan apa diharapkan dari individu.
Adapun tahapan layanan bimbingan kelompok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Pembentukan
Dalam tahap ini peranan pemimpin kelompok hendaknya memunculkan d irinya sehingga tertangkap oleh para anggota sebagai orang yang benar benar bisa dan bersedia membantu para anggota kelompok mencapai tujuan mereka.
2) Peralihan
Setelah terbentuk kelompok, maka menuju tahap berikutnya namun –
pemimpin kelompok harus menjelas kan sedetil detilnya apa yang harus dan apa peranan masing- masing dari anggota kelompok.
3) Kegiatan
Tahap ini merupakan kehidupan yang sebenarnya dari kelompok. Namun kelangsungan kegiatan kelompok pada tahap ini amat tergantung pada hasil dari dua tahap sebelumnya.
4) Pengakhiran
Pokok perhatian utama pada tahap pengakhiran adalah hasil yang telah dicapai oleh kelompok tersebut, ketika menghentikan pertemuan.

C.PTK BIMBINGAN KONSELING SMP KURIKULUM 2013

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Seting Penelitian
1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa SMPN 1... Kelas VII. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan hasi l pengamatan penulis saat melaksanakan PPL dan informasi dari guru SMPN 1 .......yang mengampu di Kelas VII dan guru pamong BK SMPN 1............, bahwa siswa Kelas VII berkesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi.
Siswa Kelas VII SMPN 1............tersebut menunjukkan karakrakteristik berkesulitan komunikasi antar pribadi dengan ciri-ciri yaitu, kurang memiliki sikap pembukaan diri, sikap percaya diri, kurang mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kurang mampu memecah kan konflik.

2. Tempat Penelitian
Penelitian apabila ditinjau dari segi tempatnya dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu : (1) Penelitian laboratorium. (2) Penelitian perpustakaan. (3) Penelitian kancah atau lapangan. (Arikunto, 1996 : 10).
Penelitian ini merupa kan penelitian lapangan, yang dilaksanakan di SMPN 1............. (di Jl. Jogja – Dlingo KM. 18 .............) Pertimbangan atau alasan tempat penelitian di SMPN 1 Patuk adalah sebagai berikut : (1) Ada sementara siswa yang memerlukan bimbingan peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi dibutuhkan oleh siswa SMPN 1 .............  (2) SMPN 1.........merupakan salah satu SMPN 1 ......... yang pelaksanan bimbingan dan konseling yang lancar dan terprogram. (3) Hasil penelitian diharapkan da pat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi SMPN 1 ......... untuk mengembangkan program bimbingan kelompok dengan salah satu tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa SMPN 1 .................

3. Jadwal Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini diperkirakan selama 6 bulan dari bulan Februari 2016 sampai Juli 2016. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

B. Metode dan Pendekatan Penelitian
Dari berbagai metode dan pendekatan dalam penelitian, langkah memilih metode dan pendekatan sebenarnya bisa lebih tepat setelah peneliti menentukan dengan tegas variabel p enelitian. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dalam bimbingan konseling disebut dengan penelitian tindakan bimbingan konseling.

1. Pengertian Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling
Pemilihan metode yang tepat sangat menentukan ke berhasilan penelitian yang akan dilaksanakan. Berdasarkan rumusan masalah dan latar belakang masalah penelitian yang akan dilaksanakan digunakan penelitian tindakan bimbingan konseling, yang mengadopsi konsep penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang mempunyai aturan dan langkah yang harus diikuti. Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action Researh yang dilakukan di kelas.

Sesuai dengan arti katanya, oleh Carr dan Kemmis (Mcniff, 1991, p.2 dalam Wardhani, 2007: 1. 3) penelitian tindakan didefinisikan sebagai berikut :
Action research is a form of self reflective enquiry undertaken by participants (teachers, students, or principals, for example) in social (including educational) situati ons in order to improve the rationality and justice of (1) their own social or educational practice, (2) their understanding of these practices, and (3) the situations (and institutions) in which the practices are carried out.
Sedangkan Mills (2000 dalam Wardhani, 2007: 1. 4 ) mendefinisikan bahwa, penelitian tindakan sebagai systematic inquiry yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan juga konselor untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.

Lebih lanjut Nana Sudjana (dalam Sutarno, 2009: 2) menyatakan bahwa PTK merupakan penelitian yang dilaksanakan oleh guru melalui refleksi diri yang diikuti dengan tindakan yang bertujuan memperbaiki kinerjanya layanan, sehingga layanan meningkat.
Jika dicermati pengertian tersebut di atas secara seksama, dapat ditemukan sejumlah ide pokok sebagai berikut :

a. Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri.
b. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, siswa, atau kepala sekolah.
c. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi pendidikan.
d. Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki : dasar pemikiran dan kepantasan dari praktik praktik, pemahaman terhadap praktik tersebut, serta situasi atau lembaga tempat praktik tersebut dilaksanakan.

Berdasarkan pendapat pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan adalah suatu tindakan pengumpulan, mengolah, menganalisis, menafsirkan, dan menyimpulkan data y ang diperoleh dari suatu tindakan atau perbuatan yang sengaja dirancang dan dilakukan dalam rangka merumuskan metode atau sistem yang lebih baik.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka penelitan tindakannya menjadi dasar dari penelitian tindakan bimbingan konseling yang akan dilaksanakan untuk melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan berkomunikasi antar pribadi siswa Kelas VII SMPN 1.........

2. Manfaat Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan kelas mempunyai manfaat yang cukup besar, baik bagi guru, pembelajaran, maupun bagi sekolah. Wardhani ( 2007: 1.19 ) berpendapat bahwa manfaat penelitian tindakan adalah sebagai berikut :
a. Mafaat bagi guru
1)   PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran yang dik elolanya, karena sasaran akhir PTK adalah perbaikan program pembelajaran.
2) Dengan melakukan PTK, guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
3) PTK membuat guru lebih percaya diri.
4) Melalui PTK, guru mendapat kesempatan berperan aktif mengembangkan pengetahuan.

Berdasarkan pemahaman tersebut di atas maka PTK yang menjadi dasar adanya PTBK bermanfaat pula bagi guru pembimbing, karena sasaran akhir PTBK juga perbaikan program layanan dan PTBK juga membentuk guru pembimbing menjadi lebih berperan aktif dan dapat mengembangkan pengetahuannya serta keprofesionalannya.

b.    Manfaat bagi pembelajaran
Jika kita mengacu kembali pada karakteristik PTK bahwa PTK mempunyai manfaat yang sang at besar terhadap hasil akhir dari pembelajaran karena tujuan PTK adalah memperbaiki praktik pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki belajar siswa (Raka Joni, Kardiawan, dan Hadisubroto, 1998 dalam Wardhani, 2007). Berdasarkan pendapat tersebuut maka PTK yang menjadi dasar adanya PTBK maka kesalahan dalam proses layanan akan cepat dianalisis dan diperbaiki, sehingga kesalahan tersebut tidak akan berlanjut.download ptk bk smp terbaru doc
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka PTBK yang mengadopsi dari PTK juga bermanfaat bagi pem belajaran, karena tujuan akhir dari PTBK adalah memperbaiki dan membantu jalannya proses pembelajaran.

c. Manfaat bagi sekolah
PTK memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah, yang tercermin dari peningkatan kemampuan professional para gu ru, perbaikan proses dan hasil pembelajaran siswa, serta kondusifnya ikl im pendidikan sekolah tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas, sehingga dengan demikian PTBK disesuaikan dengan PTK memberikan sumbangan pula terhadap sekolah dengan meningkatkan k eprofesionalan pembimbing serta memperbaiki proses dan pelayanan terhadap siswa.

C. Prosedur Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling
Mills ( dalam Wardhani, 2007: 2.4 ) menyebutkan tahapan dalam PTK ada 4 tahap, yang merupakan satu siklus atau daur, oleh karena itu setiap tahap akan berulang kembali. Tahapan tahapan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan penelitian, tahapan tersebut antara lain (1) perencanaan perbaikan. (2) pelaksanaan tindakan. (3) mengamati dan mengevaluasi tindakan. (4) merefleksikan tindakan perbaikan.
Maka dengan demikian penelitian tindakan bimbingan konseling yang mengadopsi dari penelitian tindakan kelas prosedurnyapun tidak jauh berbeda, dikarenakan konsep dasar dari PTBK adalah PTK.
Mengacu pada pendapat di atas maka prosedur p elaksanaan penelitian tindakan dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Perencanaan Penelitian
a. Mengidentifikasi satu bidang yang akan menjadi perhatian
Suatu rencana penelitian tindakan diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau disadari oleh guru, yaitu masalah yang berasal dari orang yang terlibat dalam praktik, dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. Guru merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di kelasnya, yang jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa. Berbekalkan kejujuran dan kesadaran tersebut, untuk mengidentifikasikan masalah, guru dapat mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebagai berikut (1) apa yang sedang terjadi di kelas saya ?. (2) masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu ?. (3) apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya ?. (4) apa yang akan terjadi jika masalah tersebut saya biarkan ?. (5) apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki situasi yang ada ?.

Dalam penelitian ini yang menjadi bidang kajian yang akan menjadi perhatian adalah bidang bimbingan sosial yang menjadi pokok kajian bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.
Penelitian ini direncanakan untuk mengefektifkan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi dengan ciri ciri memiliki sikap pembukaan diri, mempunyai sikap percaya diri, mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, mampu memecahkan konflik.

b. Menganalisis dan me rumuskan masalah
Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang disebut refleksi, dan dapat pula mengkaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan mungkin bahan pelajaran yang kita siapkan. Semua ini tergantung jenis masalah yang kita identifikasikan. Misalnya, jika masalah yang kita identifikasi adalah rendahnya motivasi belajar siswa maka yang perlu kita analisis adalah dokumen tentang hasil belajar siswa, catatan har ian kita tentang respon siswa dalam KBM.download ptk bk smp terbaru doc

Begitu pula dengan pokok bahasan penelitian ini yaitu peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi, yang perlu kita analisis paling pokok adalah hasil dari observasi tentang kemampuan yang dimiliki siswa supaya dapat berkomunikasi antar pribadi dengan efektif, serta hasil dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Selanjutnya dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) apakah bimbingan kelompok dengan teknik simulasi efektif untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi. (2) bagaimanakah pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.

D.CONTOH PTK BK SMP KELAS VII MODEL TERBARU DOC

DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Syamsuri., Chosiyah., dan Djono R. 2001. Layanan .
Bimbingan Kelompok FKIP BK UNS : Percetakan 35 Solo.
Edy Legowo. 1993. Analisis Pengubahan Tingkah Laku : Helping Student Help Themselves : How You can But Behavior An alysis Into Action in Your Classroom Dwight L.
Goodwin ; Thomas J Coates. ........ : FKIP UNS.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok : Dasar dan Profil. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Sanafiah Faisal. 1981. Dasar dasar dan Teknik Menyusun .Angket Surabaya : Usaha Nasional Surabaya. Makalah Seminar 
Sutarno. PTBK 2009. Prodi. BK. FKIP UNS. ........
Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek
Jakarta : Rineka Cipta.
Salmah Lilik., & Suhardjo Danusastro. 1986. Ketrampilan Komunikasi ........ : Depdikbud RI UNS.
Supratiknya A. 1995. Komunikasi Antar Pribadi : Tinjauan Psikologis Kanisius Jakarta.
Uno Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar
Mengajar yang Kreatif dan Efektif Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Wardhani IGAK., dll. 2007. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta : Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Wayan Nurkancana. 1990. Pemahaman Individu I Singaraja: Usaha Nasional
Surabaya.
Wibawa Basuki, 2004. Penelitian Tindakan Kelas edisi kedua. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan
http://SMPcepiri ng.wordpress.com/
http://www.scribd.com/doc/903 948 8/Pedoman -observasi

Terima kasih telah berkunjung di Musiyanto Blog yang membahas  CONTOH PTK BK SMP TERBARU- ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.